tugas 4 aspek, fungsi dan faktor manajemen kelas
Aspek, fungsi dan factor manajemen kelas
A. Aspek-aspek manajemen kelas
Aspek
– aspek Manajemen Kelas Adapun kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam
manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam
petunjuk pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
a. Mengecek kehadiran siswa Siswa dilihat keberadaannya
satu persatu terutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti
proses belajar mengajar, kesiapan secara fisik terutama mental karena dengan
perhatian dari awal akan memberikan dorongan kepada mereka untuk dapat
mengikuti kegiatan dalam kelas dengan baik.
b. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan
menilai hasil pekerjaan tersebut Pekerjaan yang sudah diberikan hendaknya
dengan cepat dikumpulkan dan diberikan komentar singkat sehingga rasa
penghargaan yang tinggi dapat memberikan motivasi atas kerja yang sudah
dilakukan.
c. Pendistribusian bahan dan alat Apabila ada alat
dan bahan belajar yang harus didistribusikan maka secara adil dan proporsional
setiap siswa memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik atau menggunakan alat
dan bahan dalam proses belajarnya.
d. Mengumpulkan informasi dari siswa Banyak
informasi yang berguna bagi guru dan bagi siswa itu sendiri yang dapat
diperoleh dari sswa baik yang berupa informasi tentang pribadi siswa maupun
berkaitan dengan pekerjaan - pekerjaan siswa yang harus dan sudah dikerjakan.
e. Mencatat data Data-data siswa baik secara
perorangan maupun kelompok yang menyangkut individu maupun pekerjaan sangat
penting untuk dicatat karena akan mendukung guru dalam memberikan evaluasi akhir
terhadap pencapaian hasil pekerjaan siswa.
f. Pemeliharaan arsip Arsip-arsip tentang
kegiatan dalam kelas disimpan dan ditata dengan rapi dan dipelihara sebagai
tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan informasi baik bagi guru maupun
bagi siswa.
g.Menyampaikan materi pembelajaran Tugas utama
guru adalah memberikan informasi tentang bahan belajar yang harus dilakukan
siswa dengan teratur dan dapat menggunakan berbagai media dan informasi yang
ada dalam kelas.
h. Memberikan tugas / PR Penugasan adalah
proses memberikan tanggungjawab kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara
mandiri dan dapat mengevaluasi kemampuan secara sendiri. Sedangkan hal-hal yang
perlu diperhatikan para guru, khususnya guru dalam pertemuan dengan siswa di
dalam kelas menurut Dirjen POUD dan Dirjen Dikdasmen
1.Ketika bertemu dengan siswa, guru
harus Bersikap tenang dan percaya diri
2. Guru memberikan tugas kepada
siswa dengan tertib dan lancar
3. Mengatur tempat duduk siswa
dengan tertib dan lancar
4. Menentukan tata cara berbicara
dan tanya jawab
5 .Bertindak disiplin baik terhadap
siswa maupun diri sendiri.
Menurut Oemar
Mark ada 7 aspek yang melalui fungsi berbeda dalam
proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu
1. Aspek tujuan instruksional
2. Aspek materi pelajaran
3. Aspek metode dan strategi
pembelajaran
4. Aspek ketenagaan
5. Aspek media instruksional
6. Aspek penilaian
7. Aspek penunjang fasilitas.
B. Fungsi manajemen kelas
Fungsi manajemen kelas
sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di
dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak
dicapinya.
a. Perencanaaan.
Perencanaan
adalah titik tolak bagi manajer kelas. Fungsi ini (perencanaan) menentukan
lebih awal hasil pembelajaran nama yang harus dicapai pada dimasa depan. Dalam
hal ini, tiga aspek perencanaan harus disebutkan :
1. Untuk
setiap bidang pembelajaran, institusi pendidikan menentukan hasil yang akan
dicapai pada akhir tingkat atau kelas tertentu. Ketika merencanakan, pendidik
harus berkerja mundur/melihat kebelakang ‘ dari hasil ini, membimbing peserta
didik untuk mencapai hasil pada beberapa tingkat di masa depan. Pada
kenyataannya, ini bermuara pada unit-unit yang harus dipelajari dalam setiap
pertemuan, minggu dan pelajaran.
2. Aspek
kedua perencanaan melibatkan keputusan yang harus dibuat yakni bagaimana hasil
yang spesifik dapat tercapai dengan efektif. Hal ini memerlukan renungan dan
rancangan metode yang paling efektif, pendekatan dan sumber daya yang akan
digunakan.
3. Dalam
contoh ketiga, pendidik harus menyadari perencanaan dengan perspektif masa
depan ada hubungan antara apa yang peserta didik harus capai sebelumnya (saat
ini ) dan apa yang mereka harus capai di masa depan.[3]
Menurut
pretorius dan lemmer (1998: 55) Perencanaan sangat di perlukan. Mereka
memberikan sejumlah pedoman untuk perencanaan yang efektif:
1. Lakukanlah
semua perencanaan secara tertulis.
2. Pelajarilah
hasil yang ditetapkan untuk wilayah belajar anda dengan hati-hati. Fokoslah
pada hasil yang kritis dan spesifik.
3. Lakukan
perencanaan sebelum awal tahun ajaran, masa tertentu, minggu, hari atau
pelajaran.
4. Rencana
harus menspesifikkan sebuah elemen kunci: hasil, metode alternatif, rincian
jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam priode waktu yang diperlukan,
alat bantu mengajar, metode penilaian, dll.
5. Peranan
dalam kelompok telah menjadi jauh lebih penting. Perencanaan harus
mengembangkan bidang pelajaran lain dalam kelas yang sama, serta pendidik
lainnya yang mengajar di daerah belajar yang sama. Perencanaan merupakan dasar
untuk tugas mejerial pendidik, karena memberikan langsung upaya pengelolaan.
Tanpa perencanaan, semua kegiatan akan serampangan dan tanpa arah.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian dapat
digambarkan sebagai penciptaan mekanisme untuk mengimplementasikan perencanaan
yang dibahas sebelumnya. Isu-isu seperti kegiatan yang dimasukan kedalam
tindakan, dimana sumber dayanya, bagaimana itu harus terjadi dan siapa yang
harus bertanggung jawab harus diperhatikan.
Untuk
pendidik, fungsi manajemen menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran
yang efektif. Situasi kelas yang tertib dan teratur harus diciptakan
untuk membuat pengajaran yang efektif. Ini berarti bahwa peserta didik
ditempatkan dikelas dimana tugas mengajar dengan efek yang maksimal, sedangkan
pola komunikasi dan ketertiban haruslah tetap demokratis.
c. Kepemimpinan
Memimpin
ketika rencana harus diubah menjadi realitas. Dia membrikan arah untuk
memastikan bahwa tugas-tugas yang diperlukan secara efektif. Kepemimpinan
melibatkan fungsi bahwa manager memungkinkan orang lain untuk melaksanakan
tugas mereka secara efektif.
Untuk
pendidik, kepemimpinan berarti menjelaskan apa hasil yang didapat, memberikan
intruksi, mendelegasikan tugas,kegiatan pengawasan menggunakan strategi untuk
meningkatkan kinerja peserta didik, melatih disiplin dan penanganan konflik.
d. Pengawasan
Fungsi
manajemen akhir dalam siklus manajemen yang efifien dan dilihat oleh
banyak orang sebagai kebutuhan yang paling penting untuk perencanaan yang
efektif. Dalam merencanakan pengajaran atau kegiatan, pendidik yang memutuskan
mana hasil belajar harus dicapai. Pengguanaan mekanisme pengawasan untuk
memeriksa apakah hasil terealisasi merupakan bagian integral dari perencanaan,
tetapi pada saat yang sama kegiatan pengelolaan.
C. Faktor-faktor Mempengaruhi Manajemen Kelas
Berhasilnya manajemen kelas
dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan
dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut
melakat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor
non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan
pengelolaan kelas yang baik, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara
lain:
1. Kondisi fisik
Menurut Majid
(2007:167) mengatakan lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh
penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan
memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran
dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a. Ruangan tempat berlangsungnya
proses belajar mengajar
Ruangan
tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan
dan saling menganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan
aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan
jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika ruangan itu tersebut mempergunakan
hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
b. Pengaturan tempat duduk
Dalam mengatur
tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan
demikian guru dapat mengontrol tingkah lakusiswa. Pengaturan tempat duduk akan
mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
c. Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah
ada) adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajaryang nyaman. Oleh karena
itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
d. Pengaturan
penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau
segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-barang
yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan di ruang kelas seperti
buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya, hendaknya
ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa. Hal
lainnya adalah pengamanan barang-barang tersebut. Baik dari pencurian maupun
barang-barang yang mudah meledak atau terbakar. Hal lain yang perlu
diperhatikan dalam penciptaan lingkungan fisik tempat belajar adalah kebersihan
dan kerapihan. Seyogyanya guru dan siswa turut aktif dalam membuat keputusan
mengenai tata ruang, dekorasi dan sebagainya.
2. Kondisi Sosio-Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar
terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya
tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi:
a. Tipe
kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di
dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez
faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.
b. Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya
tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku
siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah
lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat sehingga ia
insyaf akan kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu
kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan
untuk memperbaiki kesalahannya.
c. Suara guru
Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses
belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau
malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa akan mengakibatkan
suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak
diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume
suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan mendorong siswa untuk
memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak
membosankan siswa.
d. Pembinaan
hubungan baik (raport)
Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah
pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan
baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat,
bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya
serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.
3. Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun
tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan
rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua
siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan
tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka
akan terbiasa bertingkah laku secara teratur dan penuh disiplin pada semua
kegiatan yang bersifat rutin itu. Kegiatan rutinitas tersebut anatar lain:
a. Pergantian pelajaran
b. Guru berhalangan hadir
c. Masalah antar siswa
d. Upacara bendera
e. Kegiatan lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1996. Pengelolaan
Kelas, Seri Peningkatan Mutu 3. Jakatrta: Dipdagri dan Depdikbud.
Maman Rahman. 1999. Manajemen Kelas,
Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Dipdagri dan Depdikbud.
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan
Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Fattah, Nanang. 2013. Landasan
Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Terimakasih sangat membantu
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapussangat membantu materinya kk
BalasHapusama sama kak semoga bermanfaat
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus