tugas 3 manajemen kelas
Manajemen kelas
Manajemen
kelas adalah ketentuan dan prosedur yang diperlukan guna menciptakan memelihara
lingkungan tempat terjadi kegiatan belajar dan mengajar. Manajemen kelas juga
dapat diartikan sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan
untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam
meminimalkan gangguan (Hasri, 2009:41).
Manajemen Kelas merupakan usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di kelas.
Berikut ini beberapa pengertian manajemen kelas dari beberapa sumber referensi buku:
Manajemen Kelas merupakan usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di kelas.
Berikut ini beberapa pengertian manajemen kelas dari beberapa sumber referensi buku:
- Menurut
Nawawi (1982:115), manajemen kelas adalah kemampuan guru atau wali kelas
dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang
seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang
kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat
dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang
berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
- Menurut
Arikunto (1992:67), manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
penanggung-jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang membantu dengan
maksud agar dicapainya kondisi yang optimal, sehingga dapat terlaksana
kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
- Menurut
Djamarah (2000:173), manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan
potensi kelas yang ada se-optimal mungkin untuk mendukung proses interaksi
edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
- Menurut
Suhardan dkk (2009:106), manajemen kelas adalah segala usaha yang
diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan serta
dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan.
Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk
mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis.
- Menurut
Sulistiyirini (2006:66), manajemen kelas adalah proses atau upaya yang
dilakukan oleh seseorang guru secara sistematis untuk menciptakan dan
mewujudkan kondisi kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka
menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung
dalam tujuan pendidikan. Secara umum
tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam
kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual
dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan
bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin,
perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa
(Djamarah dan Zain, 2010:178).
Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut (Wijaya dan Rusyan, 1994:114):
Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut (Wijaya dan Rusyan, 1994:114):
- Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal,
sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
- Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan
siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat
dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama
siswa yang tergolong lamban.
- Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah
penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa
mendatang.
Sedangkan menurut Mudasir (2011:20),
tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:
- Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai
lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.
- Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat
menghalangi terwujudnya kegiatan belajar.
- Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar
yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan
sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas.
- Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang
sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.
C.
Proses Manajemen Kelas
Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai
aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas
adalah:
1.
Mengecek kehadiran siswa. Siswa di lihat keberadaannya satu persatu terutama
diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar
2.
Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan
tersebut
3.
Pendistribusian bahan dan alat
4.
Mengumpulkan informasi dari siswa
5.
Mencatat data
6.
Pemeliharaan arsip
7.
Menyampaikan materi pelajaran
8.
Memberikan tugas/PR
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam
pertemuan pertama dengan siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen
Dikdasmen (1996:13) adalah:
1.
Ketika bertemu dengan siswa, guru harus:
a. Bersikap tenang dan percaya diri
b. Tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam atau sikap tidak simpatik
c. Memberikan salam lalu memperkenalkan diri
d. Memberikan format isian tentang data pribadi siswa.
2.
Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar
3.
Mengatur tempat duduk siswa dengan tertib dan teratur
4.
Tata cara berbicara dan tanya jawab
5.
Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri.
D.
Strategi Manajemen Kelas
Ragam strategi manajemen kelas menurut Santrock (2008:7-8) meliputi:
1.
Penataan lingkungan belajar
Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang
berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman
belajar, dapat di klasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan
lingkungan sosial. Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas,
pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin
kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yang diatur sedemikian rupa
sehingga barang-barang tersebut segera dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan
sosial meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa, guru,
serta lingkungan sekitarnya. Iklim kelas yang kondusif merupakan pertimbangan
utama dan memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Iklim
belajar kondusif harus ditunjang oleh beberapa fasilitas yang menyenangkan demi
kelancaran proses pembelajaran. Seperti sarana, penataan kelas, laboratorium
untuk praktek, pengaturan lingkungan belajar, penampilan dan sikap guru,
hubungan yang harmonis antara peserta didik sendiri, serta penataan organisasi
dan bahasan pembelajaran secara tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik.
2.
Cara pengajaran guru (pendidik)
Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif, maka guru
harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena
mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi,
maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif
serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel. Dalam hal ini guru harus mampu
menguasai materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian mengelola
kelas, keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara
efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam.
Dirjen
PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1996. Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu2. Jakarta:
Depdagri dan Depdikbud.
Santrock,
John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Hasri, Salfen. 2009. Sekolah Efektif dan Guru
Efektif. Yogyakarta: Aditya Media Printing and Publising.
Nawawi, Hadari. 1982. Organisasi Sekolah dan
Pengelolaan Kelas Sebagai Lembaga Pendidikan. Jakarta : Gunung Agung.
Arikunto,
Suharsimi. 1992. Pengelolaan Kelas dan Siswa
Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jakarta:
Rajawali Pers.
Semoga materinya dapat membantu dalam mengerjai tugas
BalasHapusMaterinya sangat memuaskan
BalasHapusterimaksih banyak kk
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus