tugas 2 manajemen pembelajaran


A. Konsep  Manajemen Pembelajaran

1. Pengertian Manajemen Pembelajaran
Membicarakan tentang manajemen pembelajaran, maka langkah awal yang harus dibahas adalah pengertian manajemen. Kata manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage dengan kata benda management yang artinya pengelolaan.
 Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Dikatakan sebagai kiat karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Dipandang sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesional dituntun oleh suatu kode etik.
Meskipun cenderung mengarah pada satu fokus tertentu, para ahli masih berbeda pandangan dalam mendefinisikan manajemen. Menurut Henri L. Sisk, Ph.D dalam bukunya Principles of Management, management is the coordination of all resources trough the processes of planning, organizing, directing, and controlling in order to attain stated objectives.
Artinya manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan untuk mencapai tujuannya.
Dalam buku shariah principles on management in practice dijelaskan management means organizing, handling, controlling and directing a particular thing or affair is obliged under Islamic Shariah. Artinya adalah manajemen berarti pengorganisasian, penanganan, mengendalikan dan mengarahkan hal tertentu atau urusan wajib di bawah Syariah Islam.
Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran merupakan proses mengelola yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar guna mencapai tujuan. Pengertian manajemen pembelajaran demikian dapat diartikan secara luas dalam arti mencakup keseluruhan kegiatan proses belajar mengajar mulai dari perencanaan pembelajaran sampai pada penilaian pembelajaran.

B. Tujuan manajmen pembelajaran

Tujuan ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman. Pencapaian suatu tujuan yang tinggi ada kaitannya dengan kepuasan individu maupun kelompok.
Dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktivitas, berkualitas, efektif, dan efisien. Produktivitas adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh dengan jumlah besar yang dipergunakan. Kajian terhadap produktivitas secara komprehensif adalah keluaran yang banyak dan bermutu dan tiap-tiap fungsi atau peranan penyelenggaraan pendidikan.
Kualitas, menunjukkan pada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenalkan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerjanya. Pelayanan tersebut tentunya harus seimbang dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
Efektivitas, merupakan ukuran keberhasilan mencapai tujuan pembelajaran. Efektivitas berarti berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, sesuai pula dengan rencana, baik dalam penggunaan data, sarana, maupun waktunya, atau berusaha melalui aktivitas tertentu baik secara fisik maupun non fisik untuk memperoleh hasil yang maksimal baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Sedangkan efisiensi dalam pembelajaran adalah pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal dengan penggunaan sumber daya seminimal mungkin, dari waktu, biaya, tenaga dan sarana.

C. Kebijakan tentang manajemen pembelajaran

Kebijakan peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran harus selalu diupayakan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun komponen lain yang terlibat dalam proses tersebut. Guru sebagai komponen utama dalam proses pengajar rnemegang posisi kunci dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran. Idealnya, dalam setiap proses pembelajaran, guru dituntut mampu melibatkan berbagai unsur pendukung mengajar yang dibutuhkan agartercapainya hasil dengan optimal.
Tinggi rendahnya mutu pendidikan pada suatu sekolah, ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu komponen yang bertanggungjawab terhadap mutu pendidikan adalah guru. Realitas ini tidak dapat dipungkiri bahwa indikator keberhasilan pendidikan senantiasa terkait dengan kompetensi guru sebagai pemegang posisi kunci dalam pembelajaran di sekolah.
Guru dituntut mampu melibatkan berbagai unsur pendukung mengajar yang dibutuhkan agar tercapainya hasil dengan optimal.  Proses melibatkan unsur pendukung mengajar merupakan salah satu strategi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran di sekolah dasar akan optimal, apabila supervisor sering melakukan kegiatan supervisi terhadap guru-guru.
Guru yang mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, ia dikatakan sebagai guru yang profesional. Farichin (2014) bahwa seorang guru harus mampu menerapkan dan menetapkan strategi-strategi demi tercapainya tujuan pembelajaran.Apabila mampu, menerapkan strategi yangbaik dalam pembelajaran, maka ia menjadi salah satu indikator guru profesional. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penulis memilih judul ini untuk mengkaji bagaimana manajemen pembelajaran yang baik diterapkan pada sekolah dasar oleh guru yang efektif.

D.Peran guru dalam manajemen kelas

1.    Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.

2.    Guru Sebagai Pengajar
Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.

3.    Guru Sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

.4.    Guru Sebagai Pemimpin
Guru diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan. Guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan menjadi imam.

5.    Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran
Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman.

6.    Guru Sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan, gaya hidup secara umum.
       
7.    Sebagai Anggota Masyarakat
Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan disegala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melaluikegiatan olah raga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.

8.    Guru sebagai administrator
Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas administrasi di sekolah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
        
      9.    Guru Sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.

10.    Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
                                                        
E.  Kode etik guru

1. Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua muridsebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA
Henry L Sisk, Ph. D, Principles Of Management, (Cicago: Soulthwestern Publishing Company), hlm. 10
Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Manajemen Pendidikan, hlm. 88.
Soetjipto dan Kosasi. 1999. Profesi keguruan. Jakarta: Rineka Cipta
Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 1. 3

Komentar

  1. Assalamualaikum pio... Sarah mau bertanya kepada pio... Apakah kita harus tahu ttg kode etik guru?
    Tolong jelaskan... Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam sarah, iya kita harus wajib tahu tentang kode etik guru karena dgn mempelajarinya kita bisa menciptakan nilai moral yang baik. Etika harus benar-benar dimiliki dan di terapkan oleh setiap manusia, sebagai modal utama moralitas pada kehidupan di masyarakat.

      Hapus
  2. Materinya sangat bagus dan bermanfaat sekali

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Alhamdulillah mksh banyak, selamat membaca ya kk

      Hapus
  4. materinya sangat bagus, mudah memahami

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tugas 11 sumber pelanggaran disiplin kelas

tugas 7 prinsip prinsip manajemen kelas

tugas 13 menciptakan suasana kelas yang efektif